Kami berharap subsidi lebih dari Rp 1 miliar. Dalam kondisi seperti ini, sulit bagi klub untuk menemukan sponsor

Jakarta (vio88bet – agen casino online) – Presiden Borneo, Nabil Husein Said Amin menyarankan agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi setiap tim lebih dari Rp 1 miliar subsidi bulanan selama pandemi COVID-19.

“Kami berharap subsidi akan lebih dari Rp 1 miliar. Dalam kondisi seperti ini, akan sulit bagi klub untuk mencari sponsor. Belum lagi kami tidak bermain di rumah dan tanpa penonton,” kata Nabil, seperti Antara dari Jakarta. dihubungi pada hari Selasa.

Menurut pria berusia 26 tahun itu, berlanjutnya implementasi League 1 2020 di Jawa telah membuat biaya operasi klub di luar Jawa seperti Borneo FC semakin tinggi.

Anda harus menyediakan dana tambahan untuk transportasi, logistik, dan gaji tim di Jawa.

“Tetapi kami mendengar bahwa PSSI ingin membantu menyediakan hotel. Itu hal yang baik, tetapi kami masih berharap klub mendapatkan subsidi lebih dari Rp1 miliar,” kata Nabil.

Sebelumnya pada Juni 2020, diskusi antara PSSI, klub dan PT LIB melakukan diskusi tentang peningkatan jumlah subsidi per musim ketika liga 1 dan 2 ditutup karena dimulainya kembali pandemi COVID-19.

Direncanakan bahwa dalam kompetisi yang sedang berlangsung dari Oktober 2020 setiap tim Liga 1 akan menerima subsidi sebesar Rp 800 juta per musim, peningkatan dari jumlah yang diterima sebelum pandemi sebesar Rp 520 juta.

Untuk tim League 2, subsidi per-jangka naik 100 persen menjadi 200 juta rupee.

Namun, pada hari Senin (29/6) Presiden LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan peningkatan jumlah subsidi, karena semuanya tergantung pada pendapatan para sponsor.

Sebelum pandemi COVID-19, LIB harus membuat kontrak baru dengan sponsor yang mendukung liga 1 dan 2.

Perjanjian lama tidak lagi berlaku karena force majeure, yang menyebabkan kompetisi ditangguhkan untuk sementara sejak akhir Maret 2020. Ada kemungkinan bahwa kemitraan baru kurang bernilai karena pandemi belum surut.

Dalam hal ini, Nabil menekankan bahwa partainya akan menunggu keputusan akhir LIB.

“Kami ingin kewajiban yang telah dibangun, dibentuk dan disepakati untuk dipenuhi. Jika tidak bisa mencapai Rp 1 miliar, ya, minimal Rp 800 juta. Tapi kami ingin melihat nanti bagaimana resmi Penjelasannya akan seperti, “kata Nabil.

Musim divisi pertama 2020 akan berlanjut dari Oktober 2020, dengan semua pertandingan berlangsung di Jawa. Kompetisi ini terus menggunakan format liga untuk musim penuh.

LIB, PSSI dan klub sepakat untuk melanjutkan musim Liga 1 2020 sepenuhnya di Jawa sehingga seluruh tim tidak akan menggunakan transportasi udara. Ini untuk efektivitas dan meminimalkan kemungkinan penularan COVID-19.

Nantinya, tim yang berpartisipasi akan menggunakan transportasi darat seperti bus untuk bergerak di sekitar Liga 1 2020.

Baca juga: LIB mempercepat penyelesaian teknis liga

Baca juga: Borneo FC memastikan pembayaran gaji tetap lancar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini