Sponsor masih tertarik, tetapi tanda tangan kontrak baru harus tersedia

Jakarta (vio88bet – agen casino online) – PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak dapat memperoleh subsidi untuk klub divisi 1 dan 2 ketika kompetisi berlanjut, yang dimulai pada Oktober 2020 sebagai bagian dari pandemi COVID-19.

Presiden PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan kepada Antara di Jakarta pada hari Senin bahwa jumlah subsidi akan tergantung pada pendapatan sponsor.

“Secara pribadi, saya ingin angkanya naik sesuai rencana. Namun, karena pandemi COVID-19 ini, kita perlu saling memahami. Pendapatan sponsor dapat dikurangi karena kondisi abnormal,” kata Akhmad.

Sebelumnya pada Juni 2020, diskusi antara PSSI, klub dan PT LIB melakukan diskusi tentang peningkatan jumlah subsidi perterm ketika liga 1 dan 2 ditutup karena kembalinya pandemi COVID 19.

Menurut rencana, setiap tim di Liga 1 akan menerima subsidi sebesar Rp 800 juta per menit dalam kompetisi yang sedang berlangsung, yang akan meningkat dari Rp 520 juta yang diterima sebelum pandemi.

Untuk tim League 2, subsidi per-jangka naik 100 persen menjadi 200 juta rupee.

“Pada dasarnya, kita ingin masalah terkait subsidi diselesaikan. Tetapi semuanya tergantung pada sponsor, karena jika tidak, apakah kita harus membayar subsidi dari mana?”

Namun, pemain berusia 55 tahun itu bersikeras bahwa sponsor liga, termasuk sponsor utama yang telah memberikan dukungan sejak musim 2019, terus tertarik mendukung musim 2020.

Namun, LIB harus membuat kontrak baru dengan sponsor ini. Perjanjian lama tidak lagi berlaku karena force majeure, yang berarti bahwa kompetisi telah ditangguhkan sejak akhir Maret 2020.

“Sebenarnya, sponsor masih tertarik, tetapi harus ada penandatanganan kontrak baru,” kata Akhmad.

Dengan SK (nomor SK) dengan nomor SKEP / 53 / VI / 2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam kondisi luar biasa pada tahun 2020, PSSI telah secara resmi memutuskan bahwa Liga Indonesia 1, 2 dan 3 akan diatur ulang pada musim 2020 dari Oktober 2020 .

Surat itu ditandatangani pada hari Sabtu, 27 Juni 2020, oleh Ketua PSSI Mochamad Iriawan dan dikirim ke Komite Eksekutif PSSI (Exco), PT Liga Indonesia Baru, Asosiasi Provinsi PSSI Indonesia, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia (APSSI) dan mendistribusikan asosiasi sepakbola. Spesialis Indonesia (APPI).

Baca juga: CEO LIB: Ada kemungkinan beberapa pertandingan League 2 akan berlangsung di luar Jawa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini